Wednesday, 26 November 2008

Mencari ikhlasnya aku



mampukah aku menemui keikhlasan dalam perjalanan singkat menuju alam kekal di sisi ALLAH suatu hari nanti?

ikhlas itu seperti seekor semut hitam di atas batu hitam di malam yang gelap gelita.. itu sebaris bicara yang pernah kubaca. lalu, jika sebegitu sukarnya mencari keikhlasan dari sudut takrifnya, pasti mencari ikhlas dalam diriku ini lebih sukar lagi. ikhlas kah aku? dalam menjalani perjalanan dan ujian ini? adakah aku ikhlas jika :-

  1. serentak tangan kananku menghulur sedekah ke tangan kecil anak-anak yang meminta, serentak hati berdetik betapa mereka ini dipergunakan oleh si dewasa yang keji?
  2. rapat bahu ku menghimpit teman jemaah, tetapi jauh hati ku dari silaturrahim mereka?
  3. senyum aku pada jiran yang menyapa, tetapi jengkil jiwaku pada kucingnya yang mengotori laman ku?
  4. ramah bicaraku pada rakan yang menegur, tapi dingin sukma ku pada dirinya?
  5. tekun langkahku mengais rezeki, tapi lemah tanganku pada amanah?
  6. ku beri ihsan dan kasih pada isteri yang bernaung pada ku, tetapi ku kurung redha pada kelemahan-kelemahannya?

maka sesatkah aku dalam pencarian?. mencari ikhlas yang benar tulus. tak mengapa, aku akan terus mencari. semoga ALLAH memberiku waktu.

Wednesday, 19 November 2008

Congratulations for job well done


I am going to post a personal message today.
my dear brother RUHIBUDIMAN has been blessed with a baby boy early this morning. he's his second offspring, of which the first one is a cute girl named Aina Adriana, whom i call Adrianut...
well done, bro! now that you are blessed with another mouth to feed, i sincerely suggest you drop your dream of the honda civic 1.8 vtec, and revert to perodua rusa instead!

Thursday, 13 November 2008

Hikayat Raja Mati di Tikam


Syahdan, maka tersebutlah kisah seorang Raja Perempuan, konon cerita di negeri Kota Kuala, kini tiada lagi dimuka bumi, hilang ditelan belantara jua adanya.

Maka sebermula adalah seorang Raja Perempuan, Tuanku Bayan jua namanya. Arakian demikian namanya kerana ternyatalah amat bijak laksana ia, di kala semua orang perempuan di negeri itu tiadalah tahu akan mengaji, telah Raja itu pandai bersyair dan gurindam, hingga leka segala rakyat jelata, melihat akan bijaknya Raja itu berpantun seloka. Maka akan kata-kata yang keluar dari mulutnya itu, umpama azimatlah pada negeri, kerana tumpu juga segala dagang senteri dari negeri atas dan bawah angin datang berdagang dan bersenda bermain-main ke negeri Kota Kuala itu.

sekonyong-konyong telah 33 tahun bertakhta akan Raja Perempuan itu, datanglah janji ALLAH Subhanahu Wa Taala, maka dilanggar Geroda akan negeri Kota Kuala. Maka habis carik dan koyaklah negeri, luka-luka dan tumpahlah darah sekelian rakyat. maka dicubalah oleh Raja perempuan berseloka sebaik-baik dan selembut-lembut suaranya akan memujuk Geroda yang datang, mohon jangan dibinasa negeri Kota Kuala yang penuh sakti itu. Maka oleh Geroda itu tiadalah dipedulikan akan Raja Perempuan itu, dibakarnya habis segala hamba rakyat.

Maka sedang merah menyala Kota Kuala, sayup-sayup terdengar akan gendang bertalu dipukul juak-juak istana. Maka dicelah gendang keluarlah suara begitu merdunya syair seloka, gegak gempita permainan tarinya. syahdan tercenganglah hamba rakyat, mencari siapa gerangan suara yang syahdu, hingga terhenti ganas Geroda.

Syahdan memandanglah Raja Perempuan, mencari siapa gerangan suara yang kerananya terhenti langgar Geroda yang zalim itu. Arakian di titah Raja Perempuan akan bendahara agar dipanggil menghadap siapa gerangan suara. Maka sekonyong-konyong muncul jua gerangan si penyair, akan diperkenal namanya Sang Puteri Ayu Laksana, maka berbisik-bisiklah akan hamba rakyat, betapa jelitanya bagai anak dewata dari kayangan lakunya... maka pipi bagai pauh dilayang, betis bagai bunting padi, bila minum nampak berbayang, suara bagai buluh perindu.

Maka syahdan timbullah iri di hati Raja Perempuan, akan Puteri Ayu Laksana itu dilihat rakyat hingga tercengang-cenganglah hamba rakyat. maka yang buta datanglah berpimpin, yang sopak terkesot-kesot, yang pekak tertanya-tanya, datang sekeliannya hendak melihat sang Puteri. Arakian dikhabarkan orang, timbullah amarah akan Raja Perempuan itu, maka dibalingnya lembing akan membunuh sang Puteri itu. Maka bisik hatinya matilah Puteri ini dengan lembingku. Maka tidaklah ditahunya akan sang Puteri itu penuh jua hikmat dan saktinya. maka ditepis akan puteri lembing itu, maka berpencaklah dia, maka di kisar-kisar akan kerisnya, maka sekelip mata maka di tikamnya akan Raja Perempuan itu.

Maka meraunglah Raja perempuan akan bisanya keris Ganja Serampai Tari, di tapa sang Puteri tujuh purnama di Tasik Kuala jua adanya. Maka terpancutlah akan darah putih sang Raja, maka gemparlah sekelian rakyat hina-dina.

Maka timbullah Murka ALLAH SWT akan berbalah dua Raja oleh merebut takhta Kota Kuala.

Maka sekonyong-konyong timbullah taufan maha dahsyat, habis ditelan segala negeri dan hamba rakyat, sedikit jua tiada berbekas. Maka dikhabarkan orang tua-tua tempat Kota Kuala itu hingga kini tiadalah mahu tumbuh akan pohon mengkudu kerana sumpah Raja.

Maka demikianlah hikayat Raja Perempuan Mati di Tikam, diceritakan orang tua-tua buat jadi renungan hamba rakyat, agar jangan bergaduh kerana takhta.

sekian.

Monday, 10 November 2008

UMNO deputy presidentship - a critical musings

And so it was confirmed.. it would be a three cornered fight for our nation's most important political party's deputy presidentship. like million others, i don't have the privilege of personally knowing who the three of them really are, albeit they being among the most popular candidate in UMNO. so, naturally my opinion won't necessarily be shared by UMNO delegates.
but saudara, being opinionated i will. like million other malaysians , i need to say my piece. i really want to, nevermind if what is being said matters not an iota to the people that matters...

Muhyiddin seems to be the most popular of the three. He is indeed very well qualified to fill the post. being the most senior vice president of UMNO, he has also served in various capacities in the cabinet. and as many of his supporters point out, he is the only member of parliament in the race, thus to certain extent, the post should naturally go to him. the other two are not MP. I do agree to this line of argument. however, i also want to take Najib and PakLah's insistence of wanting a "clean" candidate seriously... so, i wonder, is Muhyidin clean? didn't he once upon a time been tainted with accusation of money-politics? and didn't the accusation almost cost him his vice presidency? i don't know, i really don't have a very strong memory. but if he prevail at the end of this race, i sincerely hope he eats more tempe, you know, just to brighten up his face.. sorry Tan Sri, a deputy prime minister must not only be handsome, but he must also look handsome...
Tan Sri Muhammad or Mike is another contender. if this were a boxing match, i'll put my money on him. I mean, he once married a princess! where else can you find such a confident man! and yes, he is tall, handsome, and eats a lot of tempe too...
on a more serious note, Mike has a lot of experiences in politics. God! is he loyal! He braved storms, swam fiery waters, and even once expunged into political wilderness. but there he was, steadfastly holding to his principle. being loyal pays, for him.. well, i don't really know how Najib will settle the problem of Mike not being an MP if he is chosen, but settle it he must. Najib is a smart man, that's why he is the PM-in-waiting, and not me...
as for Dato' Ali Rustam.. i don't have any comment. i don't know much about him, because i don't read much about him. and his name is too short.
Good luck to all of them, but if you really need to know my personal choice, i say, the PM should be Haji Hadi, and the deputy Haji Husam..
Jangan la marah brader, mana boleh orang PAS undi orang UMNO!